Foke Minta Dishub DKI Carikan Jalan Alternatif untuk LVRI

Foke Minta Dishub DKI Carikan Jalan Alternatif untuk LVRI

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 18:22 WIB
Jakarta - Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) bersikukuh separator MCB yang terletak di depan Gedung Veteran RI harus dibongkar. Menanggapi sikap keras para veteran, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, enggan berkomentar lebih dalam tentang hal itu.

"Saya nggak mau komenter soal itu," ujar Fauzi Bowo saat ditemui di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2011).

Meskipun demikian, pria yang akrab disapa Foke ini telah menginstruksikan pada dinas terkait untuk segera mencari daerah yang bisa dilewati para veteran sebagai jalan alternatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas kita akan bantu veteran ini untuk mencari jalan alternatif yang bisa digunakan sebagai jalan masuk," kata Foke.

Dia menambahkan, sebenarnya bantuan mencarikan jalan alternatif itu bukanlah bentuk komitmen. Tapi Pemprov DKI, lanjutnya, tentu akan mengusahakan.

"Saya kira itu bukan merupakan komitmen tapi kita wajib usahakan," jelasnya.

Kapan jalan alternatif itu akan dibangun, Foke belum bisa memastikan. Yang pasti, dia berharap instruksinya itu dikerjakan dengan cepat.

"Saya sudah perintahkan untuk itu (cari jalan alternatif) itu secepatnya," tegas Foke.

Siang tadi, beberapa veteran juga sempat mendatangi DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka. Meski awalnya sempat tidak diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan, setelah melalui negosiasi akhirnya mereka diperbolehkan masuk dan menemui fraksi PPP dan pertemuan berlangsung tertutup.

Pada Rabu (25/5) dini hari lalu, 10 beton sparator MCB dipindahkan oleh LVRI. Pemindahan itu dilakukan karena veteran merasa akses masuk ke gedung mereka menjadi sulit karena harus berputar jauh ke Kuningan.

Senin (30/5) kemarin sparator kembali dipasang oleh Dishub dibantu Ditlantas Polda Metro. Merasa hak mereka ditentang, veteran kembali membongkar pada sore harinya. Pembongkaran sore itu akhirnya membuat Dishub melapor ke Polda Metro Jaya.


(lia/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini