Banyak Bicara Soekarno di Pidato Pancasila, Mega Penuhi TOR MPR

Banyak Bicara Soekarno di Pidato Pancasila, Mega Penuhi TOR MPR

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 18:14 WIB
Banyak Bicara Soekarno di Pidato Pancasila, Mega Penuhi TOR MPR
Jakarta - Dalam pidatonya di Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni, Megawati Soekarnoputri banyak berbicara tentang sosok Soekarno. Apa yang dilakukan Presiden ke-5 RI itu hanya memenuhi term of refference (TOR) dari MPR sebagai penyelenggara.

Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan, Megawati selain diminta berpidato sebagai Presiden ke-5 RI, juga sebagai putri Bung Karno, yang pertama kali mencetuskan gagasan Pancasila.

"Ibu Megawati diminta menjelaskan suasana kebatinan dan aspek kontemplatif Soekarno dalam menggali Pancasila. Jadi mau tidak mau harus bicara Bung Karno," kata Hasto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/6/2011).

Sementara itu, kata Hasto, Habibie diminta untuk berpidato Pancasila dalam perspektif masa transisi Indonesia. Sedangkan Presiden SBY diminta untuk berpidato Pancasila dalam perspektif kekinian dan yang akan datang.

"Jadi beliau-beliau berbicara Pancasila dalam satu tarikan nafas sejarah perjalanan kebangsaan kita," ujarnya.

Hasto melanjutkan, Megawati diminta untuk menjelaskan proses penggalian Soekarno terhadap nilai-nilai Pancasila karena selama ini lima dasar itu, sebagaima dilakukan oleh Orde Baru, telah dicabut dari prosesnya.

"Orba menutupi sejarah Pancasila sebagai sesuatu yang sudah jadi, tanpa proses panjang oleh Soekarno," ujarnya.

Sebelumnya, dalam pidato Megawati menyampaikan dialektika pemikiran Soekarno mulai dari umur 15 tahun ketika bersekolah di HBS Surabaya dan tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, dalam penjara dan pembuangan, sampai akhirnya mencetuskan ide Pancasila dalam sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

"Berbicara tentang Pancasila, tidak bisa tidak kita mesti berbicara tentang Bung Karno, bukan karena beliau Bapak Saya, tetapi justru sebagai penggali Pancasila dan sekaligus sebagai Proklamator Bangsa," kata Megawati.

(lrn/anw)


Berita Terkait