Tingkat Ketidakhadiran Peserta SNMPTN di Solo Cukup Tinggi

Tingkat Ketidakhadiran Peserta SNMPTN di Solo Cukup Tinggi

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 17:33 WIB
Tingkat Ketidakhadiran Peserta SNMPTN di Solo Cukup Tinggi
Jakarta - Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Solo mencatat 530 pelamar atau peserta SNMPTN yang tidak hadir mengikuti ujian tulis. Panitia tidak mengetahui secara pasti alasan pelamar membatalkan keikutsertaannya dalam seleksi.

"Pelamar yang tidak hadir cukup banyak. Di hari pertama kemarin tercatat 530 pelamar yang tidak mengikuti ujian. Di hari kedua ini bertambah lagi karena ada peserta yang meskipun datang tapi kami tolak masuk kelas karena sudah terlambat 45 menit," ujar Rektor UNS, Ravik Karsidi, Rabu (1/6/2011).

Ravik menilai jumlah tersebut cukup tinggi. Namun dia tidak bisa memberikan alasan mengapa banyak pelamar atau peserta SNMPTN memilih mundur dari seleksi masuk universitas negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akui jumlah itu cukup banyak juga. Kita belum tahu alasannya. Mungkin saja karena telah diterima di tempat lain, tapi kami belum bisa memastikan tentang itu. Kami akan mempelajari dan mencari tahu alasan para peserta mengundurkan diri dari seleksi," lanjut Ravik.

UGM Masih Terfavorit

Ravik yang juga menjadi Koordinator Panlok Korwil II SNMPTN yang meliputi Jateng dan DIY memaparkan dari tujuh universitas negeri yang masuk Korwil II, UGM masih menjadi universitas terfavorit pilihan pelamar.

Pada SNMPTN tahun ini UGM Yogyakarta dipilih oleh 49.298 pelamar. Di urutan kedua adalah UNS Surakarta sejumlah 39.645 pelamar, UNY Yogyakarta dipilih oleh 35.460 pelamar, Undip Semarang dipilih oleh 33.385 pelamar, UNES Semarang dipilih oleh 29.119 pelamar, Unsoed Purwokerto dipilih oleh 15.205 pelamar, dan IUN Yogyakarta dipilih oleh 4.433 pelamar.

"Jumah pelamar di UGM melonjak tinggi karena tahun ini universitas tersebut tidak mengadakan ujian mandiri. UGM hanya menerima mahasiswa dari jalur undangan dan jalur ujian tulis saja," papar Ravik.


(mbr/adi)


Berita Terkait