"Kemampuan pilot kita sangat mumpuni dan semua telah melalui pelatihan dan semuanya tidak dalam masa training," ujar Direktur Merpati Nusantara Airline (MNA) Sarjdono Djony di kantor Merpati Nusantara Airlines, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2011).
Menurut Sardjono, pilot-pilot Merpati saat ini telah menjalani pelatihan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. "Pelatihan penerbang kita sesuai standar dan semua melalui tahapan-tahapan untuk bisa dinyatakan lulus," imbuh Sardjono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naiknya 11 poin dari 168, saat ini naik menjadi 179 poin," jelasnya.
Terkait larangan penerbangan pesawat di 3 bandara di Nusa Tenggara Barat dan (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sardjono menegaskan, pesawat MA-60 miliknya dapat melakukan pendaratan di tempat yang sulit. "Larangan yang dilakukan merupakan langkah preventif dan tidak selamanya. Sebagai operator kita patuhi itu," ucapnya.
Untuk mengganti pesawat MA-60 yang tidak bisa diterbangkan ke NTB dan NTT, Merpati akan mempergunakan Pesawat jenis Cassa 21.
"Kita ganti dengan pesawat kecil Cassa 21," ujarnya.
(fiq/vit)











































