"Biaya itu untuk satu kali pelayaran. Biasanya 20 hari berlayar. Itu untuk 4 orang tentara bayaran," ujar Manager Safety and Nautical PT Arpeni Pratama Ocean Line, Samuel Sampe Lobo.
Samuel mengatakan hal itu dalam pertemuan Masyarakat Maritim dengan TNI AL di Wisma Elang Laut, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asuransi minta ada pengawal bersenjata. Para tentara bayaran itu bawa senapan dan RPG," terang kapten kapal ini.
Saat itu perusahannya diorder untuk mengangkut bauksit dari Australia ke Uni Emirat Arab. Pengamanan pun menjadi tanggung jawab pemilik
Samuel berharap segera ada aturan agar TNI bisa melakukan pengawalan pada kapal-kapal dagang RI. Menurutnya untuk apa menyewa tentara bayaran jika TNI bisa mengawal.
"Kalau kita kan bisnis, kalau bisa hasilnya pun kembali lagi kepada bangsa sendiri," harap Samuel.
(rdf/anw)










































