"20 personel Gegana Polda Bali diturunkan untuk melakukan penyisiran. Gegana memeriksa setiap rungan termasuk terminal dan cargo," kata Kasubbid Penmas Polda Bali, AKBP Sri Harmiti kepada wartawan di Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Rabu (1/6/2011).
Setelah dilakukan penyisiran, tidak ditemukan barang mencurigakan. Kepala Kantor Administrator Bandara Ngurah Rai, Yuli Sudoso mengatakan Terminal Cargo, Keberangkatan Domestik dan Keberangkatan Internasional sudah disisir petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yuli, ancaman teror lewat SMS diterima pukul 12.45 Wita. Pihak bandara langsung menyatakan kondisi darurat dan segara lakukan penyisiran. Penyisiran ini tegas Yuli, tidak mengganggu aktivitas penumpang dan jadwal penerbangan.
"Tanpa terjadi delay. Tidak ada kepanikan penumpang. Akhirnya 15.45 Wita kita nyatakan operasi penyisiran ditutup," jelasnya.
Dari penyisiran Gegana, hanya ditemukan satu tas. Tapi setelah diselidiki, rupanya itu milik penumpang yang ditinggal pergi ke toilet.
"Tas itu di terminal domestik isinya saya nggak tahu. Tapi bukan bahan peledak," tutup Yuli.
(gds/fay)











































