Mereka hendak meminta pemerintah menyingkirkan seluruh separator pembatas jalan yang melintang di depan Gedung Veteran, Jembatan Semanggi.
"Kami akan langsung mendatangi Dishub dan Balaikota. Kami meminta gubernur menyingkirkan seluruh separator liar yang berada di depan gedung aset negara, Gedung Veteran," kata Ketua Tim Advokasi dari PPM, EE Sinaga di sela-sela aksi penolakan separator jalan di depan Gedung Veteran, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Separator itu adalah liar, tidak ada perintah gubernur. Itu adalah sampah. Kalau dianggap menyebabkan macet, Dishub silahkan sekolah lagi. Ada Perda manajemen transportasi yang mengatur. Kalau sedang seperti ini, kenapa ditutup?" tandas Sinaga.
Sebelumnya, pada Senin (30/5/2011), Dishub menutup seluruh akses pengendara dari jalan Gatot Subroto menuju Gedung Veteran dan Plaza Semanggi menggunakan beton separator jalan setinggai 1 meter. Namun pada sore harinya, separator tersebut diambil para veteran sepanjang 6 meter supaya pengendara bisa melintas.
Saat Dishub hendak menutup lagi Rabu pagi ini, petugas Dishub digertak dan diusir Veteran dan PPM meninggalkan lokasi jalan yang terdapat separator. Penutupan pun urung dilaksanakan.
(Ari/anw)











































