Patahan Sumatera Berpotensi Gempa 7,2 SR, Solok Diminta Waspada

Patahan Sumatera Berpotensi Gempa 7,2 SR, Solok Diminta Waspada

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 13:14 WIB
Patahan Sumatera Berpotensi Gempa 7,2 SR, Solok Diminta Waspada
Padang - Patahan Sumatera terus menyimpan potensi gempa di segmen Suliti, Sumatera Barat. Daerah Solok yang paling dekat dengan patahan ini, pemda-nya diminta merancang mitigasi bencana karena memiliki potensi gempa darat.

Demikian arahan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Barat (Sumbar). Potensi ancaman itu makin meningkat pasca gempa 3,2 SR yang terjadi Jumat (27/5) lalu yang berpusat 4 Km dari Solok dengan kedalaman 10 Km dan gempa 4,5 SR yang berpusat 5 Km dari Muara Labuh Solok Selatan dengan kedalaman 10 Km, Selasa (31/5) pagi kemarin.

Manajer Pusdalops PB Sumbar, Ade Edward, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (1/6/2011) mengatakan dua gempa darat itu meningkatkan aktivitas patahan Sumatera menuju selatan. Yang jadi perhatian adalah di Segmen Suliti yang membentang dari Muara Labuh (Solok Selatan) hingga Alahan Panjang (Kabupaten Solok).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Potensi gempa segmen Suliti patahan Sumatera yang melintasi kawasan tersebut mencapai 7,2 SR. Pihak terkait harus segera melakukan upaya mitigasi bencana untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk di masa datang," kata Ade.

Dikatakan Ade, pembenaran mengenai ancaman gempa di segmen Suliti tersebut juga didukung oleh riset Pakar Gempa Puslit Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, sejak 1994. Semua hasil riset tersebut telah dikumpulkan oleh Tim 9 dalam bentuk pemetaan bencana.

"Setiap tahun segmen tersebut mengalami pergeseran 23 milimeter dan terus menumpuk menjadi energi gempa. Segmen Suliti membujur sepanjang 60 kilometer dari Gunung Talang hingga Gunung Kerinci dan berada tepat pada jalur jalan Alahan Panjang Solok-Muara Labuah Solok Selatan. Segmen itu membentuk Sungai Suliti," urainya.

Gempa besar terakhir terjadi di Segmen Suliti pada tahun 1943 dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada masa itu. Saat ini, di sepanjang Segmen Suliti telah berdiri pemukiman rakyat yang cukup ramai. Hal itu dinilai sangat berbahaya karena bila gempa darat 7,2 SR benar-benar terjadi maka sekitar 200 meter di bagian kiri dan kanan jalan Muara Labuh-Alahan Panjang diperkirakan akan ambruk.

"Pada akhirnya kita harus terus meningkatkan kewaspadaan karena gejala makin aktifnya patahan Sumatera semakin nyata. Beberapa hari lalu sejumlah gempa terjadi di patahan Sumatera segmen Sumani Solok bisa dianggap sebagai precursor gempa segmen Suliti," pungkas Ade.

(yon/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads