Dishub Diusir LVRI, Penutupan Akses Plaza Semanggi Batal

Dishub Diusir LVRI, Penutupan Akses Plaza Semanggi Batal

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 12:50 WIB
Dishub Diusir LVRI, Penutupan Akses Plaza Semanggi Batal
Jakarta - Puluhan petugas Dishub DKI Jakarta batal memasang separator lagi di depan Plaza Semanggi. Petugas Dishub langsung balik kanan saat diusir puluhan orang dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang di-back up Pemuda Panca Marga.

Pengamatan detikcom, Rabu (1/6/2011), sedikitnya 20 orang dari LVRI yang mengenakan baju seragam warna hijau dan oranye dengan topi khas Veteran berkonsentrasi di dalam gedung Veteran milik organisasi ini. Gedung itu satu kompleks dengan Plaza Semanggi.

Sementara itu, sekitar 40 orang dari Pemuda Panca Marga yang memakai seragam loreng kompak berbaris berjejer membuat pagar betis di separator akses menuju Plaza Semanggi yang sengaja dibuka itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat aksi 'perlawanan' tersebut, sekitar 5 dari 30 orang petugas Dishub yang semula turun dari kendaraan akhirnya mengurungkan niatnya. Mereka lalu satu per satu meninggalkan lokasi. Tinggallah 1 unit mobil pick up yang mengangkut beton beserta sang sopir.

"Hey... mana sopirnya? Bawa pergi, cuma bikin macet. Kalau mau pasang suruh bawa surat gubernur karena ini liar," kata anggota LVRI, Soemarno.

Rekan-rekan Soemarno juga menuntut hal yang sama. "Pergi...pergi!" teriak mereka.

Si sopir lalu meninggalkan lokasi. Pemasangan separator akses menuju Plaza Semanggi akhirnya batal. Lalu lintas dari arah Slipi menuju Cawang sedikit tersendat.

Dishub memasang separator di depan Plaza Semanggi karena menilai akses masuk ke pusat belanja itu memicu kemacetan. Hal ini ditentang oleh LVRI yang memiliki kantor di kompleks yang sama karena membuat mereka berputar bila hendak memasuki kantor, demikian juga bagi pengunjung Plaza Semanggi. Pemasangan separator itu disebut-sebut membuat pengunjung malas mampir ke plaza sehingga omzet penjual merosot.

Anggota LVRI telah mencabut separator tersebut. Dishub melaporkan ke polisi atas aksi yang disebutnya perusakan fasilitas publik tersebut.


(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads