Pemeriksaan gas CO2 ini dilakukan di jalan yang menuju ke Kawah Timbang, Rabu (1/6/2011). Dari pantauan detikcom di lapangan, petugas tersebut tampak mengenakan masker oksigen dengan membawa sebuah peralatan pendeteksi kadar CO2. Mereka berjalan mendeteksi kemungkinan terdapat rekahan di sekitar jalan menuju ke arah Kawah Timbang.
Selain itu, peringatan gas beracun yang dipasang oleh petugas Kepolisian Polsek Batur agar warga Dusun Simbar tidak mendekat ke lokasi Kawah Timbang rupanya tidak berlaku. Sebagian warga tetap nekat menggarap lahan pertaniannya yang berada di dekat Kawah Timbang, walaupun sangat berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Selasa (31/5) semburan gas beracun Kawah Timbang di Gunung Dieng, makin berbahaya. Peningkatan semburan gas yang terjadi naik sangat drastis mencapai 10 kali lipat.
Konsentrasi gas CO2 yang terekam maksimum sebesar 1,98 persen volume, dari hasil pengamatan yang dilakukan pada Rabu (1/6/2011) dinihari, pukul 00.00-06.00 WIB. Sebelumnya, konsentrasi gas pada Selasa (31/5) adalah 0,65 persen volume. Sedangkan, batas aman konsentrasi CO2 adalah di bawah 0,5 persen volume.
Dengan demikian, status Kawah Timbang masih pada level siaga dan PVMBG merekomendasikan agar wilayah dalam radius satu kilometer dari kawah tetap dikosongkan. Penduduk di Dusun Simbar dan Serang yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari arah kawah dievakuasi ke dua lokasi pengungsian disiapkan di SMAN 1 Batur dan Balai Desa Batur.
(fay/fay)











































