Pantauan detikcom di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Rabu (1/6/2011), SBY juga mengeluarkan alat tulis dan mencatat di sebuah kertas yang dialasi sebuah papan. Tidak diketahui apa yang dicatat SBY yang juga akan menyampaikan pidato kebangsaan di urutan ke-3, usai Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.
Dalam pidatonya, Habibie menggunakan bahasa yang lugas dan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada seluruh elemen bangsa. Habibie mengajak para hadirin menjawab "di manakah Pancasila kini berada?".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pancasila kini tersandar di lorong sunyi di tengah-tengah hiruk pikuk demokrasi dan kebebasan berpolitik," imbuhnya.
Habibie mengkritisi, Pancasila saat ini hanya disebut sebagai dasar Pancasila, namun tidak menjadi pilar dalam membangun bangsa. Meski pernah menjadi bagian pemerintahan Orde Baru, Habibie juga secara lugas mengkritik pemerintahan Soeharto yang menjadikan Pancasila sebagai alat kekuasaan dengan segala monopoli tafsirnya.
(lrn/anw)











































