TK Sebut Nama Mega, Hadirin Tepuk Tangan

TK Sebut Nama Mega, Hadirin Tepuk Tangan

- detikNews
Rabu, 01 Jun 2011 10:43 WIB
TK Sebut Nama Mega, Hadirin Tepuk Tangan
Jakarta - Ketua MPR Taufiq Kiemas membuka peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni dengan pidato resmi. Dalam kalimat pembuka, ucapan selamat datang sempat disampaikan pada presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Tepuk tangan pun membahana.

Taufiq mengawali sambutannya dengan menyapa Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) beserta istri Ani Yudhoyono terlebih dulu. Setelah itu, Wapres Boediono dan istrinya Herawati mendapat giliran ucapan selamat datang.

Setelah itu, Taufiq memberikan apresiasi pada mantan Presiden BJ Habibie yang bersedia hadir dalam acara. Tak lupa, Megawati yang tak lain adalah istri dari Taufiq juga ikut disapa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terhormat presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Taufiq di gedung MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011). Tepuk tangan sekitar 300 orang yang ada dalam ruangan pun terdengar.

Hadir dalam acara para mantan presiden dan wakil presiden, menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, para anggota DPR/MPR dan tamu undangan.

Di awal sambutannya, Taufiq sempat lupa menyebut nama istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah. Tak lama dia pun langsung menyapa mantan ibu negara tersebut.

"Ibu Shinta Nuriyah, maaf bu nggak kesebut," tambahnya.

Dalam pidatonya, TK, sapaan akrab Taufiq Kiemas sempat menyampaikan apresiasinya pada para mantan presiden yang sudah bersedia hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, kesediaan mereka untuk menyampaikan pidato dianggap sebagai bentuk kesepahaman tentang Pancasila.

"Kehadiran presiden ke-3 BJ Habibie dan ke-5 Megawati Soekarnoputri merupakan bukti adanya kesepahaman tentang Pancasila," kata TK.

TK juga menyampaikan tentan sejarah terbentuknya Pancasila. Termasuk nilai-nilainya yang penting dalam kehidupan dan etika moral.

"Mari kita renungkan kembali nilai-nilai pancasila sebagai nilai utama dalam kehidupan bangsa dan negara," ucapnya.

(mad/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads