"Saya dengar belum dan itu tidak ada," ujar Marty sebelum menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
Dia menjelaskan, pemerintah melalui Kemlu dan perwakilan di luar negeri senantiasa memberi dukungan yang optimal kepada penegak hukum, untuk mendatangkan dan mengembalikan WNI yang ada di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika didesak apakah Nunun benar berada di Thailand, Marty mengatakan tidak bisa menyatakan hal tersebut. "Kita bekerja sebagai suatu jejaring, dan ketika pun masalah ini didalami di Thailand, saya lakukan dengan cara yang baik. Karena kita tidak ingin upaya-upaya itu terganggu," terang mantan Dubes RI untuk PBB ini.
Apakah ada permintaan bantuan dari KPK? "Saya sampaikan selama ini kerjasama memang sudah ada. Dan saya tidak bisa lebih dari itu dan itu optimal," kata Marty.
Nunun yang merupakan istri anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun sudah meninggalkan Indonesia dan berada di Singapura sejak lama. Berkali-kali dipanggil untuk diperiksa KPK, namun Nunun selalu mangkir dengan alasan sakit 'lupa'.
Per Februari 2011, Nunun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam pemilihan deputi gubernur senior (DGS) BI. Untuk memudahkan mendatangkan Nunun ke Indonesia, KPK telah meminta Ditjen Imigrasi untuk menarik paspornya. Akhirnya, beberapa hari lalu, Imigrasi pun resmi menarik paspor Nunun.
Berdasarkan pelacakan KPK, selama mengaku tinggal di Singapura, Nunun kerap pergi bolak balik Thailand-Singapura. Nunun kerap pergi ke Kota Bangkok.
(vit/gah)











































