"Kalau dibiarkan hal seperti ini tanpa tindakan maka negara kita akan jadi negara yang penuh dengan intrik dan fitnah," ujar Marzuki kepada detikcom.
Marzuki juga berharap pengirim sms yang mengatasnamakan sebagai mantan bendahara umum PD Muhammad Nazaruddin segera terungkap. Ia berharap semua pihak tidak menebar fitnah sembarangan terutama menyangkut martabat Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saati ini Polri masih menyelidiki beredarnya SMS yang mengatasnamakan Nazaruddin. Polri yakin pengirim SMS yang mendiskreditkan Presiden SBY itu dikirim dari Singapura.
Penyelidikan mengarah ke pemeriksaan ponsel milik politisi Golkar Indra J Piliang yang mengaku menerima langsung SMS ancaman dari Nazaruddin palsu. Indra dalam akun twitternya @IndraJPiliang menyebutkan SMS dia terima pada 28 Mei dari nomor +6584393907. Polisi pun kini memeriksa HP milik Indra.
Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry Messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor itu, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman itu. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," ucap Nazaruddin saat dihubungi.
(van/van)










































