"Pemeriksaan 1 jam, mereka mengambil data forensik di HP saya. Mereka menyambungkan alat dan menyedot seluruh SMS yang saya terima dan saya kirim. Ada 900 SMS yang saya terima dan 500 yang saya kirim. Mereka ingin periksa data SMS dari nomor Singapura," kata Indra saat dikonfirmasi, Selasa (31/5/2011).
Indra diperiksa Bareskrim Polri dengan penyidik AKBP Silvester Simamora, Briptu Bambang Haryanto Siregar dan Briptu Aditya Cahya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nomor itu dari Singapura, Singtel. Saat itu sudah tidak aktif," imbuhnya.
Indra yakin nomor itu dikirim oleh orang Indonesia yang berada di Singapura. Namun dia tidak bisa menduga-duga siapa yang mengirimkan SMS yang menyinggung-nyinggung ancaman kepada politisi Partai Demokrat.
"Bisa siapa saja, apalagi yang beginian sudah merupakan trend zaman sekarang," imbuhnya.
Indra juga tidak yakin bila yang mengirim SMS itu Nazaruddin. Indra tidak pernah berbincang dan melakukan kontak telepon dengan mantan Bendahara PD itu. Dia tahu setelah kasus ramai muncul.
"Saya menduga nomor saya diketahui banyak orang. Saya enggak yakin itu Nazaruddin. SMS itu pun dibuka dengan cara tidak simpatik dan titik lemahnya tidak fokus berbicara yang lain-lain," jelasnya.
(ndr/fay)











































