Berikut ini kronologi peristiwa pembunuhan berdasar keterangan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy Pramono dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Jakarta, Selasa (31/5/2011):
17 Mei
E mengajak I dan S untuk berjalan-jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka bertiga merencanakan pembunuhan Sonhadji. Awalnya mereka ingin meracun Sonhadji dengan racun tikus. Namun E tidak setuju, akhirnya keluar ide dari I untuk menggunakan tali sling vespa untuk menghabisi Sonhadji.
19 Mei
E,I dan S mengajak Sonhadji untuk bertemu di Tis Square Tebet, Jakarta Selatan. Sonhadji datang menggunakan Honda CRV merah. Sedangkan E,I dan S datang menggunakan Honda Stream putih bernopol B 8082 GF.
Saat pulang E, S menumpang mobil CRV milik Sonhadji sedangkan I ditinggal di Tis Square. Saat itu E yang mengemudikan mobil CRV itu, sedangkan Sonhadji duduk disampingnya dan S duduk di bagian belakang. Mereka berkendara dari Tis Square menuju pintu tol Tebet. Saat masuk ke dalam tol dalam kota E memberi kode kepada S dengan mengusap kaca spion yang ada di dalam mobil. Kemudian, S langsung menjerat leher Sonhadji menggunakan sling vespa.
Untuk menghilangkan jejak CRV milik Sonhadji ditinggalkan di Cileungsi, Bogor sedangkan mayat Sonhadji dibuang di Purwawkarta. Mereka ingin mengaburkan motif pembunuhan menjadi penculikan.
20 Mei
Mayat Sonhadji ditemukan di Purwakarta.
21 Mei
Mobil CRV merah Sonhadji ditemukan di Cileungsi, Bogor.
25 Mei
Polisi mengajak keluarga Sonhadji memastikan identitas jenazah yang ditemukan di Purwakarta.
26 Mei
E ditangkap di Karawang dan I ditangkap di Bekasi, sedangkan S masih diburu petugas.
(nal/ndr)











































