"Iya (yakin) itu nomor yang sulit dibohongi. Patut diduga kuat ada sejumlah SMS yang disebarluaskan dari nomor itu," ujar Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2011).
Boy mengatakan, pihaknya mencari siapa saja yang menerima SMS pertama kali dari nomor itu. Untuk menyelidiki siapa pemilik nomor pengirim, Polri juga berencana bekerjasama dengan provider.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Boy, penyidik tidak ada satupun yang menerima SMS itu. Karenanya, masyarakat diimbau untuk melaporkan atau memberikan informasi kepada polisi terkait hal ini.
"Jadi kalau teman-teman bersedia membantu proses pengungkapan silakan memberitahukan kepada kami," terangnya.
Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry Messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor itu, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman itu. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," ucap Nazaruddin saat dihubungi.
(ape/gun)










































