Saat dihubungi detikcom pukul 15.45 WIB, Selasa (31/5/2011), Indra mengaku masih sibuk. Menurut dia, dia masih diperiksa oleh polisi. "Sekarang, masih," kata Indra saat ditanya apakah dia masih diperiksa polisi.
Indra yang selama ini memang aktif nge-tweet kemudian mempersilakan untuk mengutip akun isi twitternya. Dalam tweetnya, dia menceritakan dirinya mendapatkan SMS langsung dari nomor Nazaruddin palsu itu tentang ancaman 'Nazaruddin'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra dalam tweetnya bercerita, dia mendapat SMS dari nomor +6584393907 sekitar pukul 00.14 WIB, Sabtu (28/5/2011). Dia baru membuka HP-nya, Nokia E7, sekitar pukul 05.20 WIB. Indra pun sempat ngetweet soal SMS itu dalam tweetnya pada 28 Mei.
"Busyeet, pagi-pagi udah dapat SMS dari nomor Singapura, ngaku bernama Nazaruddin. Mau bongkar ini itu di lingkungan Presiden SBY + PD. Dooh!"" tulis Indra dalam tweetnya.
Nah, saat itu beberapa orang pun sempat menanyakan soal SMS itu ke dia. Hingga pada diskusi di sebuah televisi pagi tadi, Indra mengungkap soal SMS itu. Dia menjelaskan mendapat langsung SMS itu dari nomor Singapura langsung.
"Lalu siang tadi saya dapat SMS dari KRMT Roy Suryo, menanyakan kebenaran bahwa saya dapat langsung SMS itu. Saya iyakan," imbuhnya.
Selain Roy Suryo, pihak kepolisian pun ikut mengontak Indra J Piliang menanyakan isi SMS tersebut, mengingat dia mendapat langsung dari nomor Singapura tersebut.
"Dan kemudian, dapat telepon dari Bareskrim Mabes Polri. Mau lihat ponsel Nokia E-7 saya. Lihat aja dari jauh bolehlah, Pak AKBP," imbuh Indra.
Terkait SMS itu Nazaruddin sudah membantah itu dikirimkan oleh dia. Sedang Presiden SBY dan kubu PD juga telah membantah tudingan-tudingan miring yang dimuat dalam SMS tersebut.
(ndr/asy)











































