"Kita telah mengamankan E dan I terkait kasus pemunuhan ini," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edi Pramono saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta, Selasa (31/5/2011).
Gatot mengatakan, motif pembunuhan ini diduga karena E memiliki utang Rp 200 juta kepada Sonhadji. "Tapi ini masih dugaan dan masih perlu didalami," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot mengatakan, polisi masih mendalami apakah I dan S dibayar oleh E untuk menghabisi Sonhadji. "Belum sampai situ, tapi diduga mereka kerabat baik," katanya.
Sonhadji menghilang sejak Kamis (19/5) usai bertemu dengan teman bisnisnya di Dunkin Donut Tebet. Di tempat itu, Sonhadji bertemu Erwin dan Ipul. Sonhadji juga bertemu dengan Johan, teman bisnisnya yang lain. Setelah ngobrol-ngobrol, Sonhadji memberi tumpangan Erwin dan pengawalnya (Ipul) untuk menuju mobilnya yang ada di TIS Square. Namun sejak itulah Sonhadji menghilang.
Selasa (24/5), mobil Honda CRV warna merah milik Sonhadji ditemukan di Cileungsi, Bogor. Menurut saksi, mobil tersebut ditinggalkan oleh dua pria berjaket hitam berbadan tinggi besar. Sementara jenazah Sonhadji ternyata ditemukan warga Jumat (20/5) di Purwakarta. Jenazah ini dipastikan sebagai Sonhadji pada Rabu (25/5) dan Jenazah dibawa ke Jakarta hari Kamis (26/5) untuk dimakamkan.
(nal/fay)











































