"Pihak terkait ternyata belum memprioritaskan program penanganan kemacetan di Jabodetabek sebagai program yang paling didahulukan untuk dijalankan. Ini sama saja dengan pembangkangan terhadap Instruksi Wakil Presiden untuk mengatasi kemacetan Jakarta," ujar Ketua DPP MTI, Muslich Zainal Askin.
Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela diskusi di Gedung Jakarta Media Centre, bertajuk 'Stakeholder Meeting Improving Urban Mobility di Jabodetabek'. Diskusi ini digelar oleh Masyarakat Transportasi Indonesia di Gedung Jakarta Media Centre, Jl Kebun Sirih, Selasa (31/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya sterilisasi busway, penertiban badan jalan dan yang lainnya," kata Muslich.
Percepatan program untuk mengatasi kemacetan ini dinilai MTI masih nihil. "Alasannya belum ada dana untuk menjalankan program," imbuhnya.
MTI pun mendorong pihak terkait untuk segera melaksanakan instruksi Wapres tersebut. MTI juga mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan angkutan transportasi massal.
"Satu-satunya penyelesaian kemacetan Jakarta adalah pembangunan Mass Rapid Transit," tandasnya.
(adi/anw)











































