Desak Usut Korupsi Kemenpora, Mahasiswa Demo di Rumah Boediono

Desak Usut Korupsi Kemenpora, Mahasiswa Demo di Rumah Boediono

- detikNews
Selasa, 31 Mei 2011 13:10 WIB
Yogyakarta - Puluhan orang dari Gerakan Pemuda Melawan Korupsi (GPMK) menggelar demo di rumah pribadi Wakil Presiden (Wapres) Boediono di Yogyakarta. Mereka menuntut kasus dugaan suap di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk diusut tuntas.

Aksi tersebut digelar di depan kediaman pribadi Boediono, di Dusun Sawitsari, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Selasa (31/5/2011). Massa datang secara rombongan menggunakan sepeda motor berboncengan.

Ketika sampai di depan rumah Boediono, massa langsung menggelar orasi. Beberapa peserta langsung mengacung-acungkan poster-poster yang dibawanya. Beberapa poster tersebut diantaranya bertuliskan 'SBY-Boediono turun', 'Tuntaskan kasus korupsi Sesmenpora', 'Bubarkan partai korupsi'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum peserta datang, sejak pagi puluhan aparat TNI dan Polri sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi yang berdekatan di Markas Batalyon 403 Wirasadha Pratista dan Monuman Pahlawan Pancasila. Saat peserta tiba di Jl Pik Gondang depan rumah Boediono, aparat langsung membuat barisan pagar betis di depan pagar rumah agar mereka tidak bisa mendekat.

Koordinator aksi GPMK, Suaidy Rahmat dalam orasinya mengatakan rakyat sudah muak dan tidak percaya dengan janji-janji pemerintahan SBY-Boediono. Janji pemerintah yang akan memberantas korupsi tidak terbukti karena kasus Bank Century, kasus korupsi Sesmenpora dan kasus-kasus lainnya sampai sekarang tidak pernah diusut tuntas.

"SBY-Boediono hanya memberi janji palsu. Banyak kasus korupsi di negeri ini yang tidak diungkap dan dua tahun ini tidak ada realisasinya. Skandal-skandal korupsi di negeri ini harus diungkap dan diusut tuntas," kata Rahmat.

Usai membacakan pernyataan sikap dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan pagar rumah Boediono, massa kemudian menempelkan berbagai poster dan spanduk yang dibawanya. Namun setelah massa bubar dan meninggalkan lokasi, polisi langsung mengambil dan menggulungnya.

(bgs/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini