"Iya memang muncul titik baru di kawah dengan aliran menuju ke arah barat," kata petugas pengamatan Gunung Api Dieng, Surip, kepada wartawan, Selasa (31/5/2011).
Ditemukannya gas yang mengarah ke barat ini dianggap mengkhawatirkan penduduk di Dusun Simbar dan Serang yang berjarak sekitar 1,5 Km dari arah kawah. Sebelumnya, gas CO2 bercampur asap juga terlihat bergerak sejauh 50 meter ke arah selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keadaan memang sudah sangat berbahaya sehingga warga harus cepat dievakuasi," kata Kepala PVMBG, Surono, di Pos Pemantauan Gunung Api Dieng.
Surono juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan media ayam ataupun kelinci untuk mendeteksi adanya gas. Gas dapat keluar tidak hanya dari kawah, melainkan bisa keluar melalui rekahan tanah yang berada di sekitar kawah.
Hal ini disebabkan gas bisa mengambang hingga 1-2 meter di atas permukaan tanah. Selain itu, bisa saja gas yang tak terlihat dan tidak berbau itu tidak tercium oleh manusia.
Konsentrasi gas saat ini menunjukan pada angka 0,65 persen volume. Padahal, saat dinaikan menjadi waspada konsentrasinya mencapai 0,1 persen volume. Karena batas aman konsentrasi CO2 adalah di bawah 0,5 persen volume.
(fay/fay)











































