"Kemarin orangtua Fitri datang ke tempat kami lagi, Fitri mulai naik lagi ke atap rumah," kata pemerhati anak yang terlibat menyembuhkan Fitri, Seto Mulyadi, atau biasa disapa dengan panggilan Kak Seto kepada detikcom, Selasa (31/5/2011).
Kak Seto sebetulnya tidak terlalu kaget dengan kebiasaan Fitri yang kembali muncul. Lingkungan di sekitar Fitri diyakini menjadi pendorong keinginan bocah ini untuk manjat-manjat lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kak Seto akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang mengenai kasus ini. Tempat ini, diyakini akan dapat membantu penyembuhan Fitri. Masalahnya, Kak Seto menilai masalah Fitri tidak bisa dipandang enteng.
"Ini harus ditangani secara profesional, dibutuhkan terapi dan perawatan yang intensif, bukan dengan pengobatan alternatif," tandasnya.
Sebelumnya Fitri sempat dirawat di RS Pondok Indah (RSPI). Namun pihak RSPI tidak sanggup menangani gadis kecil berkulit gelap yang berperilaku sangat aktif tersebut.
Fitri menjadi pemberitaan setelah aksinya memanjat tower setinggi 30 meter. Aksi itu tidak hanya dilakukannya sekali saja. Menurut orang tuanya, Fitri memang gemar sekali memanjat. Fitri yang berperilaku tomboy suka memanjat genteng dan atap rumah tetangga-tetangganya.
(mok/nrl)











































