Peningkatan status ini karena semburan gas beracun, karbon dioksida (CO2) semakin tinggi. Bahkan semburan gas beracun pada minggu (29/5) kemarin pukul 5.30 WIB, menyebabkan sejumlah burung-burung, rumput dan tanaman sayur sepanjang 50 meter ke arah selatan kawah mati.
"Gas beracun hanya terpantau melalui alat telemeter laju rendah yang ditanam di sekitar kawah. Alat itu langsung melaporkan hasilnya di pos pengamatan yang merekam adanya semburan gas pada minggu sekitar pukul 5.30-11.00 WIB," kata petugas pos pengamatan kegunungapian Dieng, Suripto, Senin (30/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya aktivitas gempa tektonik secara beruntun dengan kekuatan 1-3 skala richter selain telah memicu semburan gas beracun yang keluar melalui retakan tanah. Gas beracun juga keluar dari retakan tanah yang terjadi akibat gempa jaman dulu dan sudah terbentuk lama.
Empat dusun yang kategorikan sebagai daerah rawan ancaman semburan gas beracun di radius 1 km yaitu Dusun Simbar, Serang, Sumber, dan Kaliputih di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, yang merupakan lokasi terdekat dengan Kawah Timbang juga telah dikosongkan.
(mok/mok)










































