Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, AKBP Heru Prakoso mengatakan, penyelidikan ini dilakukan satu tim. Mereka diharapkan dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
"Tim masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari berbagai sumber, baik soal penembakan warga maupun terkait perusakan fasilitas perusahaan tambang," kata Heru kepada wartawan di Medan, Senin (30/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Heru, hasil penyelidikan akan menjadi dasar polisi untuk mengambil langkah selanjutnya. Sedangkan terkait pengamanan yang dilakukan personel Brimob di lokasi kejadian dinilai telah sesuai prosedur.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 600 warga menggelar aksi demo ke lokasi barak perusahaan di Camp II Sihayo PT SMM untuk menuntut janji sejumlah hal yang tak kunjung dipenuhi perusahaan. Namun beberapa kilometer sebelum sampai di barak, massa dihadang sejumlah karyawan perusahaan yang dikawal Brimob.
Dalam upaya membubarkan aksi tersebut, polisi melepaskan tembakan dan mengenai seorang warga. Penembakan itu yang membuat warga lainnya marah, dan segera membakar fasilitas perusahaan PT SMM yang ada dibarak. Sedangkan korban luka tembak itu dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, sekitar 480 kilometer dari Medan.
(rul/mok)











































