"Laporan yang ada di koran-koran itu kan rekaman (laporan) lama lalu ditulis lagi. Biar saja itu bagian dari demokrasi kita, tidak ada masalah. Saya senang membaca berita itu sebagai produk analisis," kata Mahfud di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2011).
Hal itu dijawab Mahfud saat anggota Komisi III DPR ruhut Sitompul menanyakan mengapa laporan MK soal Andi Nurpati baru merebak akhir-akhir ini. Ruhut saat itu mendatangi MK bersama beberapa anggota Komisi III dalam rapat konsultasi bersama MK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, soal mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, Mahfud mengatakan baru mencuat usai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta keterangannya. Sedangkan masalah Andi, baru ramai karena banyak media yang ingin mengetahui kasus tersebut.
"Itu pada akhirnya pak SBY yang minta dijelaskan saja (soal nazaruddin). Soal Andi Nurpati itu karena wartawan yang mengejar-ngejar itu," ujar Mahfud.
(feb/ndr)











































