Hasyim: SBY Perlu Tiru Soeharto dalam Urusi Partainya

Hasyim: SBY Perlu Tiru Soeharto dalam Urusi Partainya

- detikNews
Senin, 30 Mei 2011 17:51 WIB
Hasyim: SBY Perlu Tiru Soeharto dalam Urusi Partainya
Jakarta - SBY dan Soeharto sama-sama menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Partai masing-masing saat menjabat presiden. Namun, keduanya memiliki gaya yang berbeda. Mantan ketua PBNU, Hasyim Muzadi, meminta SBY belajar dari Soeharto dalam hal mengurus partai politik.

"Saya kira begini, khusus mengenai hubungan presiden dengan negara dan presiden dengan partai pendukungnya, ada baiknya Pak SBY meniru Pak Harto," ujar Hasyim usai mengikuti Expert Group Meeting dengan tema 'Change in The Middle East and North Africa: Its Impact and Significance to Global Order' di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2011).

Menurut Hasyim, meski Soeharto duduk sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar saat menjabat sebagai presiden, Soeharto tak pernah menampakkannya kepada publik. Soeharto, lanjut Hasyim, selalu menampakan diri sebagai seorang presiden.

Pak Harto itu dulu juga ketua Dewan Pembina Golkar, tapi kemana-mana tak pernah pakai 'baju kuning'.
Khusus masalah Golkar, ia cukup menyuruh Harmoko atau yang lainnya," kata mantan calon Wakil Presiden pada Pemilu 2004 ini.

SBY pun, lanjut Hasyim, seharusnya melakukan hal yang sama. SBY menurutnya tak perlu mengumbar statement mengenai masalah yang mendera Partai Demokrat.

"Masalah partai itu terlalu kecil untuk SBY. Kasihkan saja ke pengurus Demokrat," tandasnya.

Hari ini SBY menggelar jumpa pers mengenai SMS fitnah yang beredar di BBM dan sosial media. SMS mengatasnamakan kader Demokrat yang tengah bermasalah, M Nazaruddin tersebut, berisi ancaman akan dibukanya 'borok' petinggi Partai Demokrat. Nazaruddin sendiri telah membantah mengirim SMS tersebut. SBY menantang pengirim SMS tersebut untuk menampakkan diri.

"Muncullah secara ksatria! Mari kita berhadapan!" tantang SBY dalam keterangan pers di Base Ops Halim
Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (30/5/2011).

(adi/anw)


Berita Terkait