Keluarga Johan Tegar Terima Kenyataan Buruk Apa pun
Minggu, 20 Jun 2004 22:23 WIB
Jakarta - Keluarga Letkol (Pnb) Johan Pahlawan tampak tegar menerima apa pun kenyataan buruk yang terjadi terhadap pilot pesawat Cessna yang jatuh di Danau Lido, Sukabumi. Namun mereka masih berharap Johan dapat selamat dari musibah, walaupun hal itu sangat tipis.Nyonya Sri, istri Johan Pahlawan, dalam perbincangannya dengan detikcom Minggu (20/6/2004) malam, mengaku hingga kini memang belum mengetahui kepastian kabar suaminya. Nyonya Sri, mengaku kaget saat dia menelepon suaminya pada pukul 15.00 WIB karena yang mengangkat bukan suaminya. Tapi teleponnya tersebut bukan diangkat oleh suaminya melainkan rekan Johan yang dititipi handphone oleh suaminya. "Ibu di rumah saja, jangan ke mana-mana," kata Nyonya Sri mengutip pernyataan rekan suaminya. Mendapat berita seperti, Nonya Sri mulai was-was. Terlebih lagi saat dia menonton Metro TV ada running text yang memberitakan, sebuah pesawat Cessna jatuh di Lido membuatnya makin khawatir.Baik istri dan anak-anak Johan tampak tegar menghadapi semua yang akan terjadi. Terlihat dari sikap mereka yang tenang, namun tidak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya. Bahkan, Nyonya Sri tampak terus menerus menenangkan anak-anaknya yang berjumlah dua orang, yakni Ikhsan Pahlawan dan Ima.Kendati belum ada kabar pasti namun rumah mereka yang berada di Komplek BTN Bambu Kuning, Blok F1 Nomor 21, Bambu Kuning Bojong Gede, sudah diramaikan oleh ratusan orang yang hadir. Mereka yang hadir mulai dari tetangga terdekat, rekan dan saudara serta handai taulan. Johan dikenal tetangganya sebagai orang cukup baik. Untuk ukuran seorang pilot, Johan menempati rumah yang cukup sederhana bertipe 36. Johan adalah anak dari lima bersaudara yang semuanya laki-laki.
(mar/)











































