Aksi ini dilakukan pada Senin (30/5/2011) di depan gedung DPRD Palembang. Menurut para seniman, pembangunan itu telah merusak cagar dan bertentangan dengan UU No 11/2010 tentang Cagar Budaya.
Para seniman dan mahasiswa melakukan aksi sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka membawa sebuah spanduk dari media tikar purun dengan tulisan "Pembangunan di Kawasan Museum Tekstil Pelanggaran UU Cagar Budaya dan Penghilangan Identitas Palembang Sebagai Kota di Nusantara" dan puluhan poster lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran para pimpinan dewan tidak berada di tempat, para pengunjuk rasa yang dipimpin budayawan Erwan Suryanegara diterima perwakilan Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi PKS. Kepada pimpinan dewan itu, Erwan menyatakan pihaknya sangat mendukung keberlangsungan SEA Games XXVI di Palembang, tapi jangan sampai setiap pembangunan yang terkait event olahraga itu merusak lingkungan dan cagar budaya, seperti rencana pembangunan Palembang Heritage Hotel.
"Kami para seniman, pekerja budaya, dan mahasiswa di Palembang menolak pembangunan tersebut," kata Erwan.
Sementara Sakim dari F-PDIP dan Iqbal dari F-PKS menyatakan akan membawa tuntutan tersebut pada rapat fraksi DPRD Sumsel yang akan digelar pada Selasa (31/5) besok. Sebagai informasi, menjelang SEA Games 2011, pemerintah Sumsel berencana membangun sebuah hotel yang bernama Palembang Heritage Hotel di lokasi Museum Tekstil Sumsel. Hotel ini rencananya diperuntukkan bagi tamu penting.
(tw/fay)











































