Dalam peristiwa ini, puluhan mahasiswa gabungan Fakultas Hukum dan Elektro Universitas HKBP Nommensen semula siap siaga dengan memegang bambu, balok dan batu di persimpangan Jl. Perintis Kemerdekaan. Sedangkan kubu mahasiswa Fakultas Teknil Sipil juga dengan senjata yang sama menunggu pintu 3 kampus di Jl. Sutomo. Kedua kubu kemudian saling serang menggunakan alat yang telah mereka siapkan, termasuk bom molotov.
Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Bistof Manurung mengatakan, mereka ย tidak terima karena salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik Sipil angkatan 2010 mengeluarkan kalimat memaki kepada mahasiswa Fakultas Hukum sekitar sepekan lalu saat di lingkungan kampus. Kemudian terjadi pertengkaran yang berujung dengan perikaian antarfakultas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persatuan di Fakultas Teknik Sipil kuat. Walau anggotanya salah dan memaki-maki mahasiswa lain, tetap dibela. Kami tidak terima," ujar Manurung.
ย
Tidak terlihat petugas Satuan Anti Huru-hara Polresta Medan di lokasi kejadian guna mengamankan keributan antar mahasiswa. Akibatnya, ruas Jl. Sutomo Medan sempat tidak dapat dilalui kendaraan sekitar dua jam lamanya karena mahasiswa melakukan pemblokiran jalan.
Keributan mahasiswa sempat menjadi tontonan warga di lokasi kejadian. Akibatnya, arus kendaraan menjadi terganggu. Kedua kubu mahasiswa yang bertikai belum menemukan kata damai hingga Senin sore sekitar pukul 15.30 WIB.
(rul/asy)











































