"Pertama memang kami akan melakukan dialog. Kemudian sosialisi, workshop, dan memperkuat kajian-kajian Keislaman di kampus-kampus sebagai bentuk counter maupun pendalaman-pendalaman dan juga memperkuat Pancasila," kata Ketua Umum PB PMII Adin Jauharudin.
Hal itu disampaikan dia kepada wartawan usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini perlu mendapatkan perhatian semua, karena hari ini yang menjadi basis pergulatan terorisme dan radikalisme adalah kampus-kampus. Ini berbeda dengan 3 atau 10 tahun lalu yang memang pemuda dan masyarakat yang direkrut. Sekarang mahasiswa," ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, mengatakan, Wapres mendukung langkah yang hendak diambil oleh PMII. Hanya saja, Boediono menitipkan pesan agar PMII mengambil cara yang paling pas untuk memenangkan hati para mahasiswa.
Menurut Boediono, lanjut Yopie, mahasiwa sekarang mempunyai daya kritis dan kreativitas yang cukup tinggi. Wapres meminta agar PMII meniru cara-cara para nabi dan wali zaman dahulu dalam menyebarkan pemahaman Islam yang benar dan membawa pengaruh positif.
"Pak Wapres berpesan, teman-teman ini harus belajar dari cara-cara para nabi dan wali dulu dalam menyebarkan pemahaman Islam, yakni dengan cara menarik dan bisa memenangkan hati, tidak dengan cara yang keras," ucap Yopie.
(irw/anw)











































