"Saya sama orangtua masih berpikir ke arah sana. Sekarang yang penting kakak saya sembuh dulu," kata adik korban, Cempaka Pertiwi saat dihubungi detikcom, Senin (30/5/2011).
Menurut Cempaka, semua bukti perawatan masih tersimpan rapi seperti hasil diagnosa yang mengharuskan Bunga dioperasi, namun urung dilakukan RS Fatmawati. Dia tidak ingin kasus itu menimpa keluarga lain yang hendak berobat di RS Fatmawati namun mendapat pelayanan yang tidak maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunga Pertiwi mengalami kecelakaan lalu-lintas usai nonton bareng final Liga Champion di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (29/5) dini hari. Bunga terpental, kaki kiri dan beberapa ruas jarinya patah. Sebagian tubuhnya memar-memar sehingga dia langsung dibawa ke RS Fatmawati.
Saat masuk UGD RS Fatmawati, korban beserta temannya, Mohammad Fachriza, ditanya petugas rumah sakit, apakah mempunyai biaya berobat atau tidak. Karena masih shock pasca kecelakaan, Bunga tidak bisa menjawab dengan jelas.
Alhasil, selama beberapa jam Bunga ada di selasar UGD tanpa perawatan medis. Saat pagi hari, Bunga baru mendapat pertolongan berupa infus dan penopang kayu untuk kakinya yang patah. Hingga sore hari atau 12 jam pasca kecelakaan, operasi kaki yang diharuskan untuk menolongnya tidak kunjung dilakukan tim dokter. Bunga pun bergeser ke RS Pondok Indah untuk memperoleh perawatan yang lebih cepat.
"Sekarang sudah membaik, sudah dioperasi kaki kirinya. Sudah di-gips," imbuh Cempaka.
Humas RS Fatmawati, Atom Kadam yang dikonfirmasi tidak lama setelah kejadian menyatakan akan menghubungi manager on duty untuk memastikan peristiwa tersebut.
"Saya tidak berwenang. Tapi saya sudah menghubungi manager on duty yang berwenang menjawab diluar jam kerja," kata Atom Kadam.
(Ari/vit)











































