"Saya bilang (SMS) itu sampah. Saya tidak percaya SMS seperti itu. Dan memang mengada-ada SMS-nya. Terlalu vulgar," kata Mahfud di sela-sela rapat konsultasi dengan Komisi III DPR, di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2011).
Menurutnya, seseorang tidak bisa melakukan perlawan dengan mengirimkan SMS fitnah tersebut. Mahfud juga tidak tertarik untuk menindaklanjuti pesan pendek itu. "Oleh karena itu, saya tidak tertarik untuk melihat lebih lanjut terkait itu," terangnya.
Sementara mengenai ancaman Nazaruddin yang akan membongkar borok MK, Mahfud mempersilakan. Ia juga menantang Nazaruddin yang sering mengubah keterangannya tentang Sekretaris MK Janedjri M Gaffar.
"Silakan di buka saja, bongkar-bongkar saja. Makanya saya tantang saja. Bongkar saja, itu yang kita tunggu. Dia bilang tidak kenal Janed, tidak mungkin kalau tidak kenal. Terus dia bilang kenal di DPR, akhirnya dia bilang Janed sering ke rumah, itu kan keterangannya berubah-ubah. Kalau bertemu untuk membicarakan tentang anggaran, lobi itupun saya lakukan. Masa begitu dianggap kolusi," terangnya.
(feb/anw)











































