"Jelas kita akan menuntut," kata Arita, Manajer Operasional PT Marga Maju Mapan, pada detikcom, Senin (30/5/2011). Perusahaan tersebut akan melaporkan staf tersebut ke polisi karena melecehkan pihak perusahaan dan menghina orang Indonesia seolah-olah bangsa Indonesia gampang kalau diberi uang.
Β
Menurut Arita, saat di lokasi kejadian, staf Kedubes Rusia berbicara langsung dengannya. Pria itu menanyakan Arita berapa uang yang harus dia bayar.
"Dia ngomong ke saya gini. Kamu mau dibayar berapa sama saya. Orang Indonesia kan gampangan diberi uang, kata dia," ungkap Arita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyebutkan pria tersebut bernama Dedkovskly Ilya. Dia adalah staf administrasi Kedutaan. Pria tersebut berkendara sendirian dengan kecepatan tinggi. Padahal di sisi jalan tol tengah ada proyek pekerjaan jalan yang tengah dilakukan Yuliandi dkk.
Arita sudah memproses kasus itu ke Mabes Polri, Kemlu dan Komisi I DPR. Namun pihak staf Kedubes Rusia itu belum ada itikad tanggung jawab.
Kerugian materi untuk biaya RS Yuliadi, lanjut Arita, hanya Rp 15 juta. Namun perusahaannya tetap akan menuntut staf Kedubes Rusia itu.
"Intinya bukan mau materi. Tapi saya mau melaporkan sebagai WNI yang merasa terhina dan dilecehkan," kata Arita.
Yuliadi merupakan satu pekerja yang luka berat akibat ditabrak mobil Kedubes Rusia di Km 16.850 Tol Dalam Kota Pluit-Grogol arah Tomang dini hari tadi. Pengemudi mobil berpelat CD 37 69 itu menolak bertanggung jawab dengan alasan mereka memiliki kekebalan diplomatik. Bahkan mereka sempat terlibat adu fisik dengan rekan-rekan Yuliadi yang meminta agar mereka bertanggung jawab ke polisi.
Mira, pemilik perusahaan penggarap perbaikan jalan tol, saat dihubungi detikcom, hari ini menyatakan, satu pekerjanya itu mengalami pendarahan di hidung, pelipis dan kepala. "Dia juga patah kaki," ujar Mira.
(nik/nrl)










































