Nurul tewas pada Minggu (29/5/2011). Awalnya, Minggu (29/05/2011) sekitar pukul 09.00 WIB, Angga, warga Jalan Ratu Sianum Lorong H Umar, Gang Abdul Karim RT 19/04 No 681 1 Ilir Ilir Timur II, Palembang, menelepon Nurul. Di telepon, dia mengaku ibunya ingin bertemu Nurul.
Nurul sempat minta ibunya, Ny Erna, menemaninya. Tapi sang ibu menolak dan meminta Nurul pergi sendiri. Sang ibu yakin tak akan ada masalah apa-apa. Nurul pun pergi ke rumah Angga yang berjarak 50 meter dari rumah orangtuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada warga, Angga menjelaskan Nurul disekap perampok di lantai dua rumahnya. Namun, pengakuan ini jelas tidak diterima warga, sebab Nurul sudah terkapar tak bernyawa dengan leher luka terkena irisan pisau, sedangkan warga tak menemukan satu pun orang atau perampok di rumah tersebut.
Akhirnya, Angga pun diamankan oleh polisi. Saat diperiksa di kantor Polsek Ilir Timur II Palembang, Angga akhirnya mengaku bahwa dirinya yang membunuh Nurul. Sadis!
(tw/asy)











































