Mega: Awas, akan Banyak yang Datang Bawa Beras & Uang

Mega: Awas, akan Banyak yang Datang Bawa Beras & Uang

- detikNews
Minggu, 20 Jun 2004 14:00 WIB
Jakarta - Capres Megawati mengingatkan, hari-hari mendatang akan ada yang mengiming-imingi rakyat agar mencoblos salah satu capres."Hari-hari ini banyak yang akan datang membawa karung beras, membawa uang, bilang pilih saya yang terbaik," kata Mega dalam kampanye terbuka di depan 40 ribuan pendukungnya di Gelora Bung Karno,Senayan, Jakarta, Minggu (20/6/2004). "Berani nggak itu dilawan?" tanya Mega. Dan massa menjawab,"Berani!""Saya nggak punya untuk ngasih beras, ngasih uang. Tapi yang saya berikan adalah harapan yang besar," sesumbar Mega.Lebih lanjut Mega menyatakan harapannya agar massa mendukungnya pada coblosan 5 Juli. "Hitungannya apabila ingin menang 50%, saya dan Pak Hasyim paling tidak harus meraih 16-17 provinsi," jelasnya.Mega juga menyatakan tidak ada gunananya menerangkan visi, misi dan program, kalau tidak mendapat dukungan dari rakyat. "Yang cantik hanya satu Saudara-saudara, 9 yang lain laki-laki semua. Yang perpemuan cuma satu. Dan perempuan apabila ingin memperjuangkan hak perempuan, maka pilihlah seorang perempuan. Saya tahu masih banyak ibu-ibu yang masih kepincut sama yang laki-laki," paparnya."Masih mau nggak dipimpin Ibu Megawati? Kalau masih mau ya pilih saya Saudara-saudara," tegas Mega.HasyimSebelum Mega berpidato, Hasyim Muzadi lebih dulu membakar masa. Dia menyerukan bersatu membangun negara. Untuk persatuan, tahap awal harus terlebih dahulu menyatukan arus besar bangsa ini yakni kelompok yang berbendera dan hijau."Kalau dua bendera itu bersatu, maka akan diikuti bendera yang lain," katanya.Hasyim juga menyatakan, untuk membangun bangsa, perlu dibangkitkan semangat kebangsaan dan martabat bangsa. "Jangan lagi jadi kuli di negeri sendiri dan budak di negara asing. Persatuan dan semangat kebangsaan itu harus bertemu dengan kepemimpinan nasional yang jujur dan bersih," tandasnya.Selain itu, perlu dibentuk pemerintahan yang loyal pada bangsa dan negara, pemerintahan yang bisa bekerja sama dengan lembaga tinggi negara, sehingga bangsa ini menjadi kukuh.Hasyim juga menyebutkan pentingnya menghilangkan sekat antara rakyat dan penguasa sehingga tidak akan terulang lagi kejadian masa lampau yaitu pemerintah justru menyakiti hati rakyat.Hasyim juga mengajak pendukungnya untuk mengawasi proses penghitungan suara agar tidak terjadi lagi pencurian.Hasyim juga mendambakan terulangnya kembali pekikan proklamasi yang saat itu diteriakkan dengan kata Merdeka dan Allahu Akbar! "Pekikan Merdeka dan Allahu Akbar harus dalam satu tarikan nafas," demikian Hasyim. (nrl/)


Berita Terkait