Ubaidillah: Jeng Reni Low Profile & Suka Humor

Sultan Mantu

Ubaidillah: Jeng Reni Low Profile & Suka Humor

- detikNews
Senin, 30 Mei 2011 11:55 WIB
Ubaidillah: Jeng Reni Low Profile & Suka Humor
Jakarta - Wajah ayu dan sifat yang halus sudah tentu menjadi ciri khas seorang putri keraton. Namun, bagaimana sebenarnya pribadi putri bungsu raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni, di mata calon pendamping hidupnya, Achmad Ubaidillah atau Ubai?

"Reni itu saya lihat dia punya karakter yang baik. Dia low profile, dan suka humor. Guyonnya saya suka dengan logat medok (kental) Jawa-nya itu," ucap Ubai sambil tersenyum saat berbincang-bicang seputar rencana pernikahannya dengan Reni di Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2011), pekan lalu.

Pria yang saat ini menjadi Kasubid Komunikasi Politik Bidang Media Cetak di Setwapres ini mengaku sudah menyimpan ketertarikan terhadap Reni sejak berkenalan pada Januari 2007. Saat itu, ia belum tahu Reni merupakan keturunan raja Yogyakarta. Kesan pertama Ubai, Reni adalah perempuan yang kalem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah bertemu Reni dengan kakaknya itu (pertemuan pertama), saya ketemuan lagi. Saya memberanikan diri menjemput di rumah dia di Jl Suwiryo. Saya di situ menyadari, kok, kaleem gitu," ucap pria yang lahir di Jakarta, 26 Oktober 1981, ini.

Setelah mengetahui bahwa Reni 'berdarah biru', ia bukannya minder. Rasa ketertarikan Ubai terhadap Reni justru bertambah, sebab meski berstatus putri bangsawan, Reni dilihatnya bukan perempuan yang arogan dan sombong. Ubai makin jatuh hati kepada perempuan lulusan S1 perhotelan dari Swiss tersebut.

"Awalnya saya sudah tertarik dengan dia, ditambah lagi, saya tahu dia siapa, saya berpikir, kok, tidak sombong gitu. Jadi semakin gimana gitu. Dan (rasa cinta) itu tumbuh. Ternyata Reni juga begitu," kata Ubai yang saat itu mengenakan batik warna cokelat.

Ubai melanjutkan, perempuan yang berbeda umur 5 tahun darinya itu juga mempunyai sifat yang sangat dewasa. Menurut Ubai, putri kelima Sri Sultan itu adalah tempat untuk mencurahkan segala masalah yang dihadapinya. Dan Reni selalu memberikan solusi tentang bagaimana dia harus mengatasi masalah-masalah tersebut.

"Di saat saya lagi ada kesulitan, saya curhat sama dia. Alhamdulillah, ada solusinya. Minimal beban saya hilang, begitu juga dengan Reni kalau ada masalah apa, kita obrolkan. Minimal beban dia hilang karena sudah tersalurkan ke saya," ucap Ubai.

Satu lagi hal yang membuat Ubai makin terpikat dengan Reni, yaitu sifat kemandiriannya. Meski orang tuanya bergelimang harta, Reni adalah tipikal perempuan yang mandiri. Saat ini, Reni membuka bisnis butik di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan (Jaksel).

"Dia bakatnya bisnis juga, jadi wiraswasta saja. Setelah lulus kuliah dia sempat bekerja di travel, tapi kayaknya nggak cocok dengan background-nya dia. Akhirnya lepas dan dia memutuskan wiraswasta," imbuh penggemar sepeda ini.

Dari semua sifat-sifat itu, Ubai mengambil kesimpulan bahwa Reni adalah perempuan yang cocok untuk menemaninya seumur hidup. Ubai merasa Reni bisa menjadi istri yang baik dan sebaliknya pula dirinya. Untuk menjaga keharmonisan hubungan, keduanya saling menjaga hubungan komunikasi.

"Hal sekecil apa pun, harus komunikasi. Kita sudah komitmen, apa pun itu kita harus komunikasi, dan Alhamdulillah, saya respons dengan karakternya dia, saya masuk dalam karakter dia. Dan dia juga masuk ke dalam karakter saya," kata Ubai, mantap.

Pernikahan antara Reni dan Ubai akan digelar pada 16-19 Oktober 2011 mendatang di Keraton Yogyakarta. Sebelumnya, akan dilakukan upacara wisuda gelar calon pengantin pada 3 Juli di Bangsal Purworetno. Proses lamaran sendiri sudah dilangsungkan pada bulan September 2010 lalu.

(irw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads