"Saya serukan jangan sampai di negeri ini menjadi tanah dan lautan fitnah. Kalau saya sebagai kepala negara tidak mengingatkan, barangkali masa depan kita tidak baik. Padahal, kita ingin masa depan kita baik," kata SBY saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (30/5/2011).
"Dalam keadaan apapun selalu ada pembonceng, penumpang gelap. Ini bisa menimbulkan masalah," imbuh SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini harusnya kita satukan langkah dan upaya kita untuk bekerja sama menjaga kerukunan, mengembangkan peradaban dan budaya yang mulia," imbuh SBY.
Seperti diketahui, ancaman dari orang yang mengaku-ngaku sebagai Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5). Pesan SMS disebar dari nomor +6584393907. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel Sparinga juga turut disebut.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.
(lh/anw)











































