Gerindra Dorong Pengusutan Dugaan Pemalsuan Surat oleh Nurpati

Gerindra Dorong Pengusutan Dugaan Pemalsuan Surat oleh Nurpati

- detikNews
Senin, 30 Mei 2011 07:04 WIB
Jakarta - Partai Gerindra mendorong pengusutan kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan surat MK oleh eks anggota KPU, Andi Nurpati. Gara-gara pemalsuan tersebut, Gerindra nyaris kehilangan satu kursi di Senayan.

"Tidak ada alasan bagi kepolisian untuk tidak memproses laporan, memanggil orang-orang yang diduga terlibat," kata Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, saat dihubungi detikcom, Senin (30/5/2011).

Seperti diketahui, dugaan pemalsuan dan penggelapan surat MK ini sudah dilaporkan Ketua MK Mahfud MD ke kepolisian November 2010. Namun, alih-alih memanggil terlapor, Nurpati, yang kini duduk sebagai pengurus DPP Partai Demokrat, sampai saat ini polisi belum meminta keterangan MK sebagai pelapor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengapresiasi laporan Pak Mahfud. Gerindra dalam posisi men-support penjernihan masalah ini," ujar Muzani.

Muzani mengatakan, kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan surat MK ini harus diusut tuntas untuk menegakkan wibawa lembaga negara. "MK dirugikan atas manipulasi. Ini demi menegakkan wibawa lembaga negara," ujarnya.

Andi Nurpati dilaporkan ke polisi oleh MK Agustus 2010. Nurpati diduga memalsukan surat MK untuk meloloskan caleg Partai Hanura, Dewi Yasin Limpo, ke DPR RI. Padahal, surat asli MK menyebut caleg Partai Gerindra, Mestariyani Habie, yang berhak duduk di Senayan. Akhirnya Mestariyani tetap berhasil lolos ke Senayan karena MK mengetahui pemalsuan tersebut.

(lrn/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini