Calon Hakim Tipikor asal Palembang Dipertanyakan
Minggu, 20 Jun 2004 00:46 WIB
Palembang - Kualitas calon hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dipertanyakan oleh sejumlah praktisi hukum di Palembang. Calon yang dipertanyakan di antaranya Hendra Yospin Alwi yang kebetulan dari Palembang."Saya tidak pernah mendengar namanya. Saya pun tidak pernah melihat aktivitasnya dalam memperjuangkan atau menegakkan hukum yang berkaitan dengan tindak korupsi di Palembang," kata aktivis hukum dari LBH Palembang, Nur Kholis, dalam perbincangan dengan detikcom Sabtu (19/6/2004).Pengakuan yang sama dikatakan pengacara yang juga politikus di Palembang, Febuar Rahman. "Nama Hendra aku belum pernah aku dengar. Kalau dia seorang pengacara atau aktivis hukum, aku pasti tahu. Rasanya belum pernah dengar namanya, apalagi sepak terjangnya di dunia hukum," kata Febuar Rahman, Sabtu."Wah, kok cari nama yang susah-susah. Aku tidak tahu nama Hendra. Jadi aku belum bisa kasih komentar soal dirinya," kata pengacara Suharyono, SH, yang juga pengurus Ikadin Palembang.Karena "gelapnya" sosok calon hakim ini, Nur Kholis, menilai tim seleksi calon hakim itu justru yang harus dipertanyakan. "Kok mereka dapat meloloskan orang-orang yang kredibilitasnya dipertanyakan atau minimal tidak dapat diukur karena tidak menonjol aktivitas hukumnya. Saya berpikir jangan-jangan ada kepentingan kekuatan politik tertentu yang meloloskan mereka," kata Nur Kholis. "Saya jadi ragu jika mereka terpilih nanti persoalan korupsi di Indonesia dapat teratasi," tambahnya.Berdasarkan penelusuran detikcom, Hendra Yospin Alwi adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang. Sejak tahun 80-an dia bekerja di PT Pupuk Sriwijaya. Sejak tahun 90-an awal dia menjadi staf divisi hukum perusahaan tersebut. Dia lebih populer di kalangan olahragawan tinju. Sebab mantan ketua Serikat Pekerja PT Pusri ini pernah aktif di organisasi olahraga tersebut di Palembang."Saya jadi heran, kok orang yang tidak menonjol di bidang hukum. Bahkan setahu saya dia tidak pernah menangani kasus hukum menonjol di PT Pusri, kok lolos menjadi calon hakim," kata seorang karyawan PT Pusri.
(jon/)











































