“Mengapa harus jauh-jauh dipindahkan ke Kalimantan, jika direstui, kita siap menjadi ibukota Indonesia menggantikan Jakarta,” kata Alex di Palembang, Minggu (29/5/2011).
Menurut Alex, kesiapan Palembang menjadi ibukota Indonesia bukannya tanpa beralasan. Sejarah membuktikan jika dahulu di Sumsel ada kerajaan besar yakni Sriwijaya yang wilayah kekuasaannya sampai ke Filipina, Madagaskar, Singapur, Malaysia yang lebih besar dari wilayah NKRI saat ini. Ibukota atau pusat pemerintahannya berada di Sriwijaya yakni Sumsel atau Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Alex membuka Rakerda FKPPI VIII di BASS Muaraenim, Sumsel, Sabtu (28/05) kemarin.
Seperti diketahui sejak empat tahun lalu, sejumlah sejarawan, pekerja budaya, dan sejumlah aktivis di Palembang, melemparkan isu pemindahan ibukota Indonesia ke Palembang. Alasan mereka kondisi Jakarta yang sudah tidak layak lagi.
Ada tiga alasan pemindahan ibukota di Palembang. Pertama, Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, sehingga memiliki sejarah kuat dengan perkembangan sejarah Nusantara, sebab pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya dan titik awal penyebaran ajaran Islam dari Tiongkok yang dibawa Cheng Ho.
Kedua, berdasarkan sejarah Palembang merupakan wilayah yang paling aman dari berbagai bencana alam. Ketiga, Palembang dikelilingi oleh berbagai sumber energi maupun kebutuhan lainnya.
(tw/lrn)











































