PKS dan Demokrat Rawan Ditinggalkan Pemilihnya di Pemilu 2014

PKS dan Demokrat Rawan Ditinggalkan Pemilihnya di Pemilu 2014

- detikNews
Minggu, 29 Mei 2011 19:08 WIB
Jakarta - Perolehan gilang gemilang PKS dan Partai Demokrat dalam Pemilu 2009, belum tentu akan berlanjut di Pemilu 2014. Kalangan pemilih rasional berpendidikan tinggi yang mencontreng dua parpol tersebut pada Pemilu 2009, masih menimbang-nimbang apakah akan tetap pada pilihannya.

Demikian temuan hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang Pemilih Mengambang dan Prospek Perubahan Kekuatan Partai Politik. Hasil survei dipaparkan di Kantor LSI, Jl Terusan Lembang, Menteng, Jakarta, Minggu (29/5/2011).

"Pemilih berpendidikan SLTA ke atas ini nampaknya menghitung dan menunggu waktu," ujar peneliti utama LSI, Saiful Mujani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas dasar besarnya peluang kehilangan pemilihnya pada 2009, PKS dan Demokrat digolongkan sebagai partai yang kurang stabil. Parpol lain yang menurut LSI juga kurang stabil adalah PAN dan Gerindra, sementara PDI Perjuangan dan Golkar tergolong stabil sebab memiliki pemilih loyalis cukup besar.

Temuan lagi dalam jajak pendapat yang digelar pada 10-25 Mei 2011, menunjukkan responden yang berpendidikan tinggi menyatakan kurang siap atau tidak tahu harus memilih parpol mana bila pemilu digelar saat ini. Hal itu mengindikasikan bahwa mayoritas pemilih (54,9 persen) tidak punya sikap elektoral.

"Mereka mengambang, mungkin menunggu waktu, menunggu partai atau calon yang lebih meyakinkan, atau mungkin tidak memilih. Jumlahnya sangat besar, dan potensial merubah peta kekuatan partai secara drastis seperti terjadi di setiap Pemilu yang sudah berlangsung sejak 1999," papar Saiful.

Rendahnya ikatan emosional, kedekatan dan terutama tingkat kepercayaan dilihat sebagai sumber penyebabnya tidak stabilnya dukungan terhadap partai politik. Hasil survey LSI menunjukkan pemilih PD dan PKS yang merasa dekat dengan parpol pilihannya pada Pemilu 2009 itu masing-masing 3,5 persen dan 1,7 persen.

"Kontinuitas dukungan pada partai akan tinggi bila evaluasi positif (kepercayaan) pada partai juga tinggi," jelas Saiful.

(lh/lrn)


Berita Terkait