Pada Nopember 2010 lalu, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru pulang dari Arab Saudi, Narsih (31) meregang nyawa setelah suaminya, Jamal, menghujam kepala sang istri dengan alat pencetak batako.
Jasad Narsih itu ditemukan rekan kerjanya di sebuah gubuk komplek toko material di Jl Kampung Gempol, Cakung Timur, Jakarta Timur, sekitar pukul 00.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus serupa juga menimpa seorang pekerja seks komersil (PSK), Minggu (3/4/2011). Sesosok mayat perempuan yang diketahui bernama Adel (32), ditemukan tewas membusuk di kamar kontrakannya di Jl Rajiman, Kampung Pedurenan, RT 4 RW 6, Kelurahan Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.
Jasad Adel diketahui ketika tetangga kontrakan mencium bau busuk yang menyengat hidung. Jasad Adel telah membusuk 3 hari. Adel ditemukan dengan mulut disumpal kain dan tangan kiri terikat tali.
"Tersangka pembunuh Adel juga masih kita kejar. Ada kabar dia di Palembang, Kalimantan. Tapi ketika hendak ditangkap tersangka sudah melarikan diri," jelas Sutrisno yang menilai tersangka licin dalam pelariannya.
Berbeda dengan pelaku pembunuhan terhadap seorang tentara berpangkat Sersan Satu, MH, yang tewas saat duel di tempat hiburan di bilangan Inkopau, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (1/4) lalu. Dalam hitungan hari petugas Polres Jakarta Timur menyergap pelaku pembunuhan terhadap sang prajurit. "Kita fokuskan pada kejadian yang tentara karena khawatir dampaknya meluas daripada pembunuhan yang dua itu (Narsih dan Adel)," papar Sutrisno.
Dia menolak disebut jika polisi terkesan membiarkan dua kasus yang hingga saat ini belum juga terungkap. "Semua upaya tetap dilakukan untuk mengejar para pelaku yang belum tertangkap," kata Sutrisno.
(ahy/gun)











































