SBY Anggap SMS 'Nazaruddin' Serangan Bagi Demokrat Jelang 2014

SBY Anggap SMS 'Nazaruddin' Serangan Bagi Demokrat Jelang 2014

- detikNews
Minggu, 29 Mei 2011 16:57 WIB
Jakarta - Apa tanggapan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas SMS Nazaruddin palsu? SBY menganggap SMS tersebut adalah serangan terhadap dirinya dan Partai Demokrat menuju Pemilu dan Pilpres 2014.

Demikian diungkapkan Ketua DPP PD Bidang Komunikasi, Andi Nurpati, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (29/5/2011). Andi mengikuti pertemuan tertutup SBY dengan pengurus DPP PD di Cikeas, Sabtu (28/5) malam.

"Beliau menganggap SMS itu tidak bisa dipercaya. SBY bilang ini serangan makin gencar terhadap dirinya dan Demokrat," kata Nurpati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan ini dianggap sebagai upaya penggembosan Demokrat menghadapi Pemilu 2014 nanti. "Serangan ini bertubi-tubi datang karena kita menghadapi Pemilu 2014," kata dia mengutip pernyataan SBY.

SBY meminta para kader Demokrat menghadapi serangan SMS ini dengan arif. Nah, bantahan dari Nazaruddin pun sudah diketahui SBY.

"SBY tahu dari media massa, tapi dari DPP juga ada yang menyampaikan ke Pak SBY. Dia menerima bantahan Nazaruddin, lalu dia menyampaikan dalam pertemuan itu, bahwa ini bukan dari Nazaruddin," kata Andi.

Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku sebagai Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.

Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."

Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel Sparinga juga turut disebut.

Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.

(fay/lh)


Berita Terkait