"Itu tim kecil ya, sekitar tiga orang. Kita tidak ekspose namanya. Mereka ada targetnya membawa Nazaruddin pulang," kata Ketua DPP PD Bidang Komunikasi, Andi Nurpati, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (29/5/2011).
Menurut mantan anggota KPU ini, hasil rapat di kediaman peribadi SBY di Cikeas tadi malam, Anas langsung meneruskannya dalam rapat Pengurus Harian Terbatas (PHT) Partai Demokrat. Menjadi wewenang Anas untuk menentukan siapa saja politisi PD yang ditugaskan menjemput Nazaruddin ini.
"Keputusan ada di tangan Ketua Umum siapa yang akan ditugaskan," jelasnya.
Berdasar pemberitaan media massa, Nazaruddin diyakini berada di Singapura. Maka tim kecil DPP PD ini kemungkinan besar akan diberangkatkan untuk menjemput Nazaruddin di Negeri Singa.
"Kalau nggak telepon yang langsung ketemu di Singapura. Sangat terbuka kemungkinan untuk itu," kata mantan anggota KPU ini.
Andi menjelaskan, semua petinggi PD mengusahakan kepulangan Nazaruddin ke Indonesia guna memenuhi panggilan KPK dalam kasus suap Sekjen Kemenpora dan gratifikasi Sekjen MK.
"Kita menanggapi permintaan Pak Busyro dan semoga Nazaruddin kooperatif," kata Andi.
SBY pada Sabtu malam kemarin menggelar rapat tertutup dengan pengurus harian terbatas Partai Demokrat. Dalam rapat tersebut SBY meminta kepada pengurus untuk menjemput mantan bendahara umum M Nazaruddin jika yang bersangkutan dipanggil oleh KPK.
"SBY meminta partai untuk mengambil langkah untuk kepulangan Nazaruddin guna menghadapi proses hukum. Langkah-langkah bisa diambil antara lain dengan cara menjemput yang bersangkutan," tutur Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga, saat dikonfirmasi, Minggu (29/5) dini hari.
(fay/lh)











































