Negative Campaign, Perlu Dalam Pemilihan Presiden

Negative Campaign, Perlu Dalam Pemilihan Presiden

- detikNews
Sabtu, 19 Jun 2004 18:09 WIB
Jakarta - Masa lalu seorang capres perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas. Sosialisai masa lalu seorang capres berbeda dengan black campaign."Dengan mengetahui massa lalunya, rakyat akan bisa lebih bijak memilih seorang capres," kata Pengamat Politik muda Bara Hasibuan kepada detikcom, Sabtu (19/6/2004).Bara menyayangkan timbulnya anggapan bahwa pengungkapan masa lalu (negative campaign) kerap diartikan sebagai black campaign. Menurut Bara, pandangan tersebut sangat keliru."Black campaign adalah dimana seseorang atau pihak menggunakan informasi bohong untuk menyerang lawan politiknya. Sedangkan negatif campaign adalah pengungkapan fakta masa lalu, baik positif maupun negatif," ungkap Bara."Rakyat jangan hanya melihat mereka (capres-cawapres) saat ini saja. Kalau lihat saat mereka berkampanye, ya tentu hebat. Menyantuni anak yatim, belanja di pasar becek, berdialog dengan buruh pabrik, nelayan, dan sebagainya," imbuh Bara.Buruknya lagi, kata Bara, kesalahpandangan ini telah melahirkan produk aturan dimana capres dilarang saling melakukan negative campaign. Menurut Bara, hal ini justru melahirkan tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab."Misalnya muncul isu lewat SMS (Layanan Pesan Singkat) tentang seorang capres yang istrinya beragama tertentu, VCD yang tidak jelas sumbernya, serta tindakan lain yang tidak bertanggung jawab lainnya," tegas Bara. (djo/)


Berita Terkait