"Masalah SMS itu kepolisian perlu mempelajari asal-usul SMS untuk mengetahui keaslian dari sumber yang benar," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar kepada detikcom, Sabtu (28/5/2011).
Boy mengimbau bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas SMS tersebut agar melapor ke Mabes Polri. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.
(mad/fjr)











































