Rapat Cikeas, Nazaruddin dan Nasi Goreng Buatan SBY

Rapat Cikeas, Nazaruddin dan Nasi Goreng Buatan SBY

- detikNews
Minggu, 29 Mei 2011 03:01 WIB
Rapat Cikeas, Nazaruddin dan Nasi Goreng Buatan SBY
Jakarta - Mantan bendahara umum Partai Demokrat M Nazaruddin benar-benar membuat Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) repot. Sejak kasusnya mencuat, sedikitnya ada dua rapat besar digelar di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Rapat besar pertama digelar tanggal 25 Mei 2011. Saat itu, SBY memberi arahan pada seluruh pengurus DPP dan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat di DPR.

Meski sejumlah pengurus yang dikonfirmasi mengaku pertemuan tersebut merupakan agenda rutin, kasus yang melilit Nazaruddin tetap menjadi bahasan utama. Terlebih, pria yang saat ini sedang berada di Singapura tersebut, baru dipecat dari posisinya sebagai bendahara umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat tersebut, Ketua DPP Ruhut Sitompul menyampaikan sejumlah wejangan SBY. Salah satunya adalah agar para pengurus tetap kompak meski diterpa banyak masalah.

"Beliau mengingatkan kepada kami bagaimana perjuangan mendirikan Partai Demokrat, mulai 2001 sampai 2004, perjuangan 2004 sampai 2009, dan 2014 persaingan perjuangan jauh lebih berat lagi. Kami diminta benar menjaga kekompakan. Saya tegaskan partai kami kompak dan solid," kata Ruhut.

Berselang tiga hari, rapat di Cikeas pun kembali digelar. Isunya masih seputar Nazaruddin, namun bukan membahas pencopotannya dari posisi bendahara umum melainkan tentang kepergian pria berusia 32 tahun tersebut ke Singapura. Padahal, pekan depan dia harus diperiksa KPK.

Ketua DPP PD Kastorius Sinaga menyampaikan sedikitnya ada 4 poin yang diutarakan SBY. Mulai dari perhatian khusus tentang kepergian Nazaruddin ke Singapura, SBY juga meminta Demokrat tetap solid agar tidak mudah digembosi oleh pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

"SBY meminta demokrat tetap solid. Jangan ada perpecahan dan jangan ada pikiran atau rencana untuk membuat munaslub. SBY tak menginginkan munaslub dan hanya menginginkan persatuan partai. SBY juga mengajak kader untuk konsentrasi memajukan program partai," jelasnya.

"SBY melihat kemungkinan bahwa kasus Nazar dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain untuk menghancurkan Demokrat. Untuk itu para kader diminta waspada dan tidak mengeluarkan pernyataan yang membuka front pertentangan antara PD dengan lembaga lembaga lain," tambahnya lagi.

Nah, karena rapat berlangsung saat malam Minggu, suasana pun berlangsung santai. Terlebih, malam ini ada pertandingan final Liga Champions antara Manchester United dan Barcelona.

Bahkan sebelum rapat ditutup, SBY sempat membuat masakan khusus bagi para peserta rapat yang berjumlah 20 orang. Mereka diberi nasi goreng khas buatan SBY.

"Rapat ditutup dengan makan nasi goreng ciptaan SBY," cerita Kastorius.

Apakah bakal ada rapat-rapat besar berikutnya? Entahlah. Yang jelas, kasus yang berkaitan dengan Nazaruddin ini masih terus bergulir. Jika terus berulah, bukan tidak mungkin SBY harus memasak nasi goreng lebih banyak ke depan.

(mad/fjr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads