SBY Minta Pengurus Demokrat Proaktif Bendung SMS Fitnah

SBY Minta Pengurus Demokrat Proaktif Bendung SMS Fitnah

- detikNews
Minggu, 29 Mei 2011 02:36 WIB
SBY Minta Pengurus Demokrat Proaktif Bendung SMS Fitnah
Jakarta - SMS ancaman yang mengaku berasal dari Muhammad Nazaruddin sampai juga di telinga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY pun meminta kepada jajaran pengurus Demokrat untuk proaktif membendung SMS ancaman tersebut.

"SBY juga menyimak tentang SMS fitnah yang beredar dan meminta demokrat proaktif membendung fitnah tak bertanggung jawab tersebut," tutur Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga saat dikonfirmasi mengenai poin pertemuan tertutup SBY dengan pengurus partai di Cikeas, Minggu (29/5/2011) dinihari.

Kastorius hadir dalam pertemuan tersebut bersama 20 pengurus DPP PD lainnya. Acara digelar mulai pukul 22.30 WIB hingga 24.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kastorius menambahkan, SBY juga memandang terdapat pihak luar yang mencoba memancing di air keruh, terkait dengan desas-desus miring seputar Nazaruddin.

"SBY melihat kemungkinan bahwa kasus Nazar dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain untuk menghancurkan Demokrat. Untuk itu para kader diminta waspada dan tidak mengeluarkan pernyataan yang membuka front pertentangan antara PD dengan lembaga lembaga lain," papar Kastorius.

Ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.

Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."

Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel juga turut disebut.

Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.




(fjr/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads