Cegah Kemacetan, 80% Konstruksi Monorel Dibuat di Pabrik
Sabtu, 19 Jun 2004 12:51 WIB
Jakarta - Delapan puluh persen pembuatan konstruksi monorel akan dilakukan di pabrik. Hal ini untuk meminimalisir kemacetan di jalan akbiat proyek tersebut.Demikian disampaikan Humas Jakarta Monorel Sukmawaty kepada wartawan di sela-sela acara diskusi di Hotel Milenium, Jl. Fahrudin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/6/2004)."Di lapangan kita hanya akan memancang dan menanam pondasi. Ini untuk mengurangi kemacetan. Jadi beton-beton itu dibuat di pabrik dan tengah malam kita turun ke lapangan untuk memasangnya," ungkap Sukmawaty.Meski demikian, kata Sukmawaty, kemacetan adalah hal yang sulit dihindari sebegai akibat pembangunan monorel di Jakarta. Sukmawaty meminta agar masyarakat Jakarta bisa memahami persoalan ini."Kami minta warga Jakarta dalam dua setengah tahun ke depan akan banyak pengorbanan, seperti kemacetan. Tapi kita tidak melakukan hal itu secara gegabah. Ada perencanaan yang matang untuk mendapatkan solusi yang terbaik," ungkap Sukmawaty.Sukmawaty juga mengatakan, pembangunan monorel ini juga harus mempertimbangkan berbagai jaringan utilitas yang ada. Jaringan utilitas, seperti milik PLN, Telkom dan fiber optik, harus dipindahkan sebelum pondasi monorel dipasang. "Proses ini juga menyebabkan proyek monorel makan waktu lama," papar Sumkawaty.
(djo/)











































